keberuntungan bagi orang-orang yang meninggaladalam keadaan haji



Sejak berabat” silam, hingga melibihi kurun millennium,  ka’bah telah ada dan berdiri kokoh, menjadikan bangunan yang berada di tengah” masjid palingsuci dalama gama islam ini sebagai qiblat perantara hubungan allah dengan hambanya melalui barisan para sujud umat muslim dalam setiap waktu, dan bangungunan ini tidak akan pernah hancur hingga hari kiamat kemudian, terbayangkah apa yang akan terjadi setelah hari kiamat nanti?

Dalam sebuah keterangan i’anath al-thalibin, karya syaikh abu bakar bin muhammad syattha al-dimyati al-bakry, yang mengutip dari ungkapan syaikh wahab bin manabah melalui penjelasan dalam kitab taurat. 

Sesungghunya allah azza wajalla menggutus kela dihari kiamat ialah 70.000 malaikat dari para malaikat yang bergelar muqarrabin dimana pada tiap-tiap malaikat tersebut membawa raitai yang terbuat dari emas menuju baitul haram, kemudian allah berfirman kepada mereka: pergilah kalian dengan membawa rantai itu lalu ikatkan lah pada ka’bah, kamudian tariklah ka’bah hingga menuju padang mahsyar,
para malaikatpun segera melaksanakan-nya, hingga sampailah dibaitul haram, maka satu malaikat berkata: wahai ka’batullah berjalanlah
Ka’bah itu menjawabnya: aku tidak akan berjalan sampai dipanuhilah permintaan ku
Maka bersuaralah satu malaikat dari ujung Langit: mintalah
Lalu Ka’bah memohon kepada allah: duhai tuhanku syafaatilah aku dengan para tetanggaku, ialah mareka yang di kuburkan di sisiku dari para orang orang yg beriman,
maka kemudian terdengarlah doa tersebut oleh allah swt: sungguh terpenuhilah permintaan mu , lalu dibangkitlah orang orang yang meninggal di tanah makkah dan madinah dengan wajah yang bersinar, kamudian malaikat berkata: berjalanlah wahai ka’bah,
ka’bahpun menjawab: aku tidak akan berjalan  sampai terpenuhilah permintaanku ,
apa yang kau minta maka permintaanmu akan terpenuhi, kata malaikat atas izin allah,
ka’bahpun menjawab dengan memohon kepada allah, wahai tuhanku, ada hambamu yang telah berlumur dosa dan mereka mati di dekatku, mereka adalah orang-orang yang celaka, mereka adalah orang-orang yang rela melakukan perjalanan jauh, sampai meninggalkan orang orang yang mereka cintai, hingga mereka meleaksanakan manasik haji sebagaimana  yang telah engkau perintahkan kepada mereka, maka aku memohon kepadamu agar mereka engkau syafa’ati, serta amankanlah mereka dari kesensaraan yang besar dan kumpulkanlah mereka bersamaku,
malaikat pun berkata: adakah kamu yakin akan mennyelamatkan-nya padahal mareka telah melakukan dosa-dosa besar sampai mareka wajib masuk neraka,
ka’bah kemudian memohon lagi kepada allah: duhai tuhanku, hamba memohon kepadamu akan syafa’at dari dosa-dosa mereka yang telah diwajibkan sebagai dosa-dosa besar hingga ditetapkanlah mereka kedalam telaga neraka
maka allah swt, berfirman: sungguh aku telah menyafa’ati mereka
kemudian bersuaralah satu malaikat dari ujung langit: ingatlah wahai ka’bah, berhentilah, berhentilah dari memohonkan syafa’at untuk manusia.
Maka allah swt mengumpulkan mereka disisi baitullah dengan wajah yang bersinar serta keselamatan untuk mereka dari siksa neraka, dan mereka mengitari ka,bah sambil membaca talbiah,
Kemudian bersuaralah satu malaikat dari ujung langit: ingatlah wahai ka’batullah, berjalanllah

Maka ka’bahpun berjalan sambil membaca: labbaikallahumma labbaik, dengan diiringi manusia yang bertawaf hingga menuju padang mahsyar.

Mungkin demikianlah sedikit poin yang bisa kita ambil, bahwa hakikatnya tidak pernah ada ruginya bagi setiap orang meninggal dalam keadaan haji.

Wallahu a’lamu bisshawab


 

Komentar